Salah satu gunung api yang ada di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat adalah Gunung Guntur. Gunung ini memiliki ketinggian 2.249 mdpl merupakan salah satu destinasi wisata gunung yang sangat popular di kalangan pendaki. Pada tahun 1800-an, Gunung Guntur termasuk dalam kategori gunung api yang paling aktif. Gunung Guntur pertama kali didaki pada tahun 1837 oleh seorang botanis dan geologis berkebangsaan Jerman bernama Fredrich Franz Wilhelm Junghuhn.

Group Pendaki Gunung Guntur

Pendakian dimulai dari Citiis Sukawangi Kecamatan Tarogong Kaler yang terdapat galian pasir. Disana tersedia basecamp parkiran yang disediakan oleh masyarakat setempat secara sukarela. Dari titik parkiran, mulai pendakian sekitar satu jam sampai pos 1 dengan trek jalan masih datar dan masih melalui jalan yang cukup lebar bekas kendaraan para penambang pasir yang sebelumnya sudah ditutup. Dari titik pos satu terdapat sebuah pos, yang biasanya terdapat petugas BKSDA yang mendata para pendaki dan menunjukan arah pendakian yang diperbolehkan untuk dilalui.

Basecamp Guntur

Setelah melewati pos 1 akan memasuki ke area perhutanan yang jalurnya hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki. Di sana akan dijumpai sebuah air terjun yang cukup indah dan airnya sangat jernih sehingga dapat diminum. Di tempat inilah dapat dijadikan tempat untuk beristirahat sejenak. Setelah melepas lelah, bersiap melanjutkan perjalanan ke trek yang lebih ekstrim, yaitu trek bebatuan yang kemiringannya hampir 70 derajat. Di sana disarankan bagi para pendaki agar berhati-hati. Di samping kemiringannya yang cukup ekstrim, terdapat jurang sehingga para pendaki wajib waspada. Setelah satu jam berjalan kaki, akan sampai di pos 2. Disini tidak ada petugas, hanya sebagai tempat istirahat saja.

Air Terjun di Gunung Guntur

Sampai di Pos II

Menuju pos 3 dengan trek dengan kemiringan sedang namun seperti padang pasir dan ilalang. Di sini jarang sekali terlihat pepohonan, pos berikutnya sekitar setengah jam perjalanan. Di sini memang jarang pohon karena Gunung Guntur adalah salah satu gunung api yang aktif. Kemungkinan panas dari gunung membuat pepohonan tidak bisa tumbuh dengan baik. Di pos 3 ini terdapat petugas yang akan mendata ulang untuk memasuki camping area.

Lokasi Camping

Untuk menuju puncak, harus melewati jalur daki dengan sudut kemiringan yang lebih berbahaya lagi. Apalagi puncak gunung guntur yang gersang dan tandus ini bersuhu panas, di area ini pun tidak diperbolehkan untuk mendirikan tenda dengan alasan berbahaya, salah satunya dari bahaya petir.  Jika para pendaki menginginkan untuk ke puncak, disarankan agar pulang pergi. Bisa pada saat sore dan pagi hari untuk mencari sunrise atau sunset.

Puncak Gunung Guntur