Gunung Sumbing merupakan gunung api yang terdapat di Provinsi Jawa Tengah. Gunung Sumbing memiliki ketinggian 3.371 mdpl. Gunung Sumbing termasuk gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru dan Gunung Slamet. Secara administrative, Gunung Sumbing terletak di tiga wilayah, yaitu : Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo. Gunung Sumbing membentuk gunung kembar seperti Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Letak Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro saling berhadapan, sehingga banyak masyarakat menyebut Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro adalah kembar.

Pemandangan Gunung Sindoro di malam hari

Pemandangan Gunung Sindoro di malam hari

Jalur Pendakian Gunung Sumbing

Untuk mendaki Gunung Sumbing tersedia empat jalur pendakian yang dapat dipakai oleh para pendaki, sebagai berikut :

  1. Jalur pendakian via Cepit Parakan (Temanggung)
  2. Jalur pendakian via Bogowongso (Wonosobo)
  3. Jalur pendakian via Desa Garung (Wonosobo)
  4. Jalur pendakian via Kaliangkrik (Magelang)

Jalur pendakian Gunung Sumbing yang paling favorit bagi para pendaki adalah via Garung. Garung adalah nama sebuat desa di kaki Gunung Sumbing bagian utara. Gunung Sumbing sendiri memiliki dua puncak, yaitu : Puncak Buntu (dengan ketinggian 3.362 mdpl) dan Puncak Sejati (dengan ketinggian 3.371 mdpl).

Track gunung sumbing

Perkiraan Waktu Tempuh : (sumber dari : http://www.brobali.com/2016/07/tips-dan-info-mendaki-gunung-sumbing.html)

Basecamp – Pos 1 (2 jam berjalan kaki, setengah jam naik ojek)

Pos 1 –  Pos 2 (kurang lebih 2 jam)

Pos 2 – Pos 3 (kurang lebih 1 jam)

Pos 3 –  Pestan (kurang lebih setengah jam)

Pestan – watu kotak (kurang lebih 1,5 jam)

Watu kotak – Puncak Buntu/Kawah (kurang lebih 2 jam)

Puncak Kawah – Puncak Sejati (kurang lebih 15 menit)

Total : 8 – 9 jam (tergantung kecepatan berjalan)

Puncak Gunung Sumbing

Puncak Gunung Sumbing

Tips Pendakian Gunung Sumbing via Garung :

  1. Untuk mencapai Pos 1 lebih baik menggunakan ojek untuk menghemat waktu dan tenaga.
  2. Mempersiapkan logistik yang cukup terutama air. Mengapa ? Karena tidak ada sumber air di sepanjang jalur pendakian. Air yang tersedia terakhir ada di Pos 1.
  3. Pendakian menuju Pos 3 sangat curam dan licin ketika musim hujan, sehingga harus berhati-hati ya.
  4. Pestan merupakan lokasi camp yang strategis untuk summit. Tempatnya luas dan terdapat pepohonan untuk melindungi tenda dari angin kencang.